- Mengapa jari tangan tingginya berbeda ?
penjelasan :
satu tangan terdiri dari 5 jari. kelima jari ini memiliki tingginya
masing-masing. yang paling tebal adalah jempol/ibu jari, yang paling
tinggi adalah jari tengah. kelima jari ini memiliki panjang yang berbeda
karena memiliki fungsi yang berbeda. pertama-tamamari lihat ibu jari.
Newton berkata bahwa ibu jari adalah "hadirat Allah". ketika ibu jari
bersatu dengan keempat jari lainnya maka bisa dipergunakan untuk
mengambil barang. karena ada ibu jari maka tangan bisa dipakai dengan
bebas, dan kaki dengan leluasa berjalan. ini adalah dasar. bahasa latin
jari telunjuk "menunjuk sesuatu, mengungkapkan", jari yang banyak
dipakai. jari yang paling tinggi adalah jari tengah, yang
menyeimbangkan
ibu jari dan jari telunjuk, serta jari manis dan kelingking. jari manis
adalah tempat memakai cincin, sering dipakai untuk mengaduk obat. ada
cerita turun-temurun bahwa jari manis pada tangan kiri terletak sangat
dekat dengan jantung, sehingga dianggap kudus, karena itu cincin
pernikahan diletakkan pada jari manis kiri. terakhir adalah jari
kelingking yang digunakan saat membuat janji. jadi kesimpulan jawabannya
adalah

tinggi jari berbeda karena melakukan jenis perkerjaan yang berbeda.
- Lem dibelakang perangko terbuat dari apa ?
perangko
ditempelkan pada amplop. dibelakang terdapat lem, jika diberi air atau
ludah perangko bisa menempel dengan baik. karena ada zat Dextrin yang
dioleskan pada bagian belakang perangko. Dextrin terbuat dari tepung
jagung atau tepung ketan/beras yang difermentasikan. zat yang
terintegrasi dicairkan pada air dingin, dan menjadi lengket sehingga
bisa digunakna pada perangko atau amplop. jaid kesimpulan jawabannya
yaitu berbahan dasar Dextrin
- Mengapa percobaan laboratorium memakai tikus ?

tikus
adalah mamalia yang memiliki struktur dan organ dalam yang hampir sama
dengan manusia. suhu tubuh tikus sama seperti manusia 36,5 C serta bisa
mengidap penyakit seperti tekanan darah, kanker, obesitas, glukosaria,
dll, sama seperti manusia. setelah 1 bulan lahir, tikus menjadi dewasa
dan setiap 3 minggu bisa melahirkan anak 8-10 ekor. karena reproduksinya
demikian cepat maka merupakan suatu keuntugan bila menggunakan tikus
dalam percobaan. tetapi subjek percobaan yang paling bagus adalah
gorila. gorila memiliki sifat genetik yang hampir sama dengan manusia,
sehingga bisa melakukan percobaan lebih tepat. tetapi sanagat sulit
berurusan dengan gorila. badanyna tinggi besar, sulit diajak kerja sama,
dan proses reproduksinya lambat. pada percobaan yang dilakukan adalah
tikus putih. tetapi tidak hanya tikus putih yang digunakan dalam
percobaan. ada percobaan yang dilakukan pada tikus berwarna lain. tujuan
percobaan ini adalah melakukan manipulasi gen utnuk menghasilkan
spesies baru. jadi kesimpulan jawabannya adalah tikus mirip dengan
manusia.
0 komentar:
Posting Komentar